Kisah Sedih Pemuda Banyuwangi yang Berlebaran di Tahanan

PORTAL SINDO - Lapor polisi yaitu bentuk aksi proaktif masyarakat untuk terciptanya penegakan supremasi hukum. Tetapi, ada laporan yang dinilai asal-asalan. Karena merugikan orang lain. 

Ya, seperti yang menimpa Kliwon, warga Dusun Juruh, Desa Singojuruh, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Dikarenakan laporan yang dinilai ‘plin plan’, yang di buat Bambang Suhermanto, warga Dusun Sumbergroto, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Kliwon terpaksa mesti berlebaran di dalam sel tahanan Mapolsek Srono. 


Kliwon, warga Dusun Juruh, Desa Singojuruh, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, ditemani sang ibu, Widani. (Photo : Syarif di ambil dari TIMESIndonesia) 

Kliwon dilaporkan atas sangkaan pencurian duit sebesar rp 120 juta, di Kantor perusahaan PT Blambangan Peroli Utama, punya Bambang, warga Jalan Raya Rogojampi, Dusun Krajan, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. 

Dalam masalah itu ada barang bukti berbentuk tas laptop. Pada akhirnya Kliwon, di tangkap serta dijebloskan dalam jeruji besi. 

Tidak tanggung-tanggung, Kliwon diringkus saat malam takbir dan baru kembali dilepaskan lebaran hari ketujuh. 

Kliwon ditahan dengan barang bukti satu buah tas laptop. “Awalnya Bambang menyampaikan tas laptop itu hilangnya ketika terjadi pencurian. Tetapi sesudah ditunaikan penahanan, pengakuan Bambang berubah, diakuinya ragu, " kata Kapolsek Srono, AKP Ali Masduki, Kamis (14/7/2016). 

Akibat sikap ‘plin plan’ Bambang itu, Polsek mengambil keputusan untuk melakukan penangguhan penahanan. Dan tingkah laku begitu menyayangkan sikap pihak Kepolisian yang menahan dirinya. 

“Saya tidak mau merusak citra kepolisian, ” pungkas Kapolsek. 

Sebelum mencicipi sel tahanan Polsek Srono, Kliwon awalannya merantau sebagai kuli bangunan di pulau Dewata, Bali mulai sejak th. 2014. 

Karena pernah mengalami kecelakaan kerja sampai patah tulang, dia baru bisa mudik lebaran th. ini. Tetapi apa yang terjadi, demikian hingga dikampung halaman, dia langsung diciduk Polisi. Walau sebenarnya tujuannya pulang kampung yaitu untuk menjumpai Widani, sang ibu yang sudah renta. 

“Saya itu pas nongkrong di counter, mendadak saya di tangkap, ” ucap Kliwon. 

Disamping itu, soal tas laptop yang jadikan barang bukti kejahatan, pemuda simpel ini mengaku kalau laptop itu yaitu pemberian Bambang, waktu dia masih bekerja di PT Blambangan Peroli Utama. 

“Tas ini pemberian pak Bambang, ini diberikan untuk membawa duit kantor yang akan disetorkan ke bank, ” tuturnya. (*) 

Sumber : http :// www. timesindonesia. co. id